Follow Us @soratemplates

Minggu, 03 Februari 2019

Tentang Siti Al-Muhajirin

Februari 03, 2019 0 Comments
Berawal dari hobi membacaku beberapa tahun silam, aku mulai terjerumus dalam dunia menulis. Sebuah pencapaian yang bahkan tak pernah terbayangkan sekalipun olehku.
Dulu aku hanyalah wanita biasa, yang hobi stalking dan bermain medsos di tengah kesibukanku sebagai ibu rumah tangga. Berawal dari kekecewaan saat membaca sebuah cerita di sebuah situs bernama Wattpad, aku jadi terdorong ingin sekali membuat sebuah karya juga. Walaupun aku tahu, bahwa aku sangat nol besar saat itu.
Aku terus menulis, mengeluarkan ide-ideku. Lambat laun pun beberapa pembaca mulai hinggap di cerita pertamaku. Senang? Sudah pasti, sekian lama menulis akhirnya ada juga yang mau mampir dan memberikanku kritik dan saran. Oh iya aku lupa memperkenalkan diri, namaku adalah Siti Al-Muhajirin atau lebih dikenal dengan panggilan Siti. Wanita yang lahir 26 tahun lalu di sebuah kota kecil di daeraj Jawa Tengah. Namun, kini aku menghabiskan waktu dio Kota Kembang, bersama suami dan anak perempuanku. Awal aku menulis itu di sebuah situs bernama Wattpad, jika kalian penasaran maka kalian bisa mengunjungi akunku RedRouzhed di Wattpad.
Di sana kalian bisa menemukan semua tulisan absurdku. Jangan bertanya bagaimana aku bisa menulis dengan bekal pengetahuan PUEBI yang dangkal. Karena kukatakan pada kalian, bahwa setiap orang itu bisa menulis, yang membedakan hanyalah bagaimana niatnya. Lalu aku?
Niat dong! Aku itu tertarik menunlis karena suka melihat tulisan di Wattpad ada label ‘sudah Diterbitkan’. Imajinasiku mulai liar, mengkhayal bagaimana jika karyaku yang seperti itu, lalu mulailah aku menulis, acap kali aku mendapat kritik pedas, cap tulisan sampah juga. Namun, tak sedikit juga yang memberiku arahan. Bohong banget kalau aku gak sakit hati, tapi lagi-lagi karena aku ingin bisa maka kukejarlah mereka yang rajin menyambangi ceritaku. Kuabaikan mereka yang mencibir, karena kelak merekalah yang kan mengelu-elukan karyaku, itulah lecutanku.
Hari berganti bulan, cerita pertamaku rampung. Dengan pedenya aku kirim ke penerbit besar karena ceritaku dulu udah dibaca dua ribu kali. Menurutku angka yang cukup besar. Aku terus menunggu hingga dapat email bahwa ceitaku ditolak, gak berhenti di situ aku kirim lagi, ditolak lagi dst. Hingga aku bosan sendiri.
Suatu hari aku bertemu dengan orang-orang hebat yang membantuku sebut saja Zeeyazee, dialah orang pertama yang selalu membantuku. Padahal baru kenal, semoga Allah melancarkan rezekinya. Lalu Bang Lucky yang gak sengaja kukenal di facebook, dia juga seoramg penulis, sama seperti zee …. Namun, dialah yang membantuku untuk semangat revisi cerita pertamaku hingga akhirnya selesai revisi hingga lima kali. Saat itu aku sudah gak minat terbitin cerita, karen akutahu ceitaku jauh dari kata sempurna.
Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan!
menjelang Ramadhan tahun kemarin sebuah penerbitan indie melamar naskahku, seketika aku sujud syukur. Merasakan nikmat yang tiada tara. Semangatku mulai bangkit, harapanku terbit lagi. Tanpa pikir panjang kuterma tawaran itu. Hingga akhirnya novel pertamaku yang berjudul ‘Manhattan In Love’ terbit di akhir tahun 2018. Terma kasih Ze, Bang Lucky, Teh Yuli selaku Editor terutama Ujwart Media.

Apa Itu Dialog Tag?

Februari 03, 2019 23 Comments


Tak dipungkiri bahwa dialog adalah salah satu nyawa tersendiri dari sebuah novel. Kehadirannya membawa nuansa berbeda, di mana pembaca akan diajak berbicara sesuai karakter buatan kita.

Sudah banyak ditemui di berbagai cerita khususnya para penulis pemula yang seringkali salah saat menulis dialog. Lalu seperti apa menulis dialog tag yang benar itu?
Dialog tag adalah frase yang mengikuti dialog, yang menginformasikan identitas si pengucap dialog. Perhatikan contoh berikut: a) "Aku mencintaimu," kata Renald. b) Renald berkata, "Aku mencintaimu." Dialog tag biasanya ditandai dengan kata "ujar", "ucap", "kata", "bisik", "ungkap" dsb. Jika dialog tag-nya ada di akhir, maka akhiri dialog dengan tanda baca koma seperti dicontoh (a). Dan jika dialog tag-nya ada di awal, maka akhiri dialog tag-nya dengan tanda koma dan akhiri dialog dengan tanda titik atau tanda tanya jika dialognya berupa kalimat tanya. Dan jangan lupa, awali dialog dengan huruf kapital jika dialog tag-nya berada di awal seperti contoh (b). Namun, kita harus teliti yah agar bisa mengetahui perbedaan dialog tag dan yang bukan dialog tag. Seperti contoh di bawah ini: c) "Kemarin aku melihatmu di toko buku bersama dengan Rion." Rendi menatap Tari tajam. d) Mata Rendi menatap Tari tajam. "Kemarin aku melihatmu di toko buku bersama dengan Rion." Nah, contoh di atas itu BUKAN dialog tag. Melainkan kalimat aksi/aktivitas yang mendeskripsikan aktivitas lain si pengucap sambil mengucapkan dialog. Jika kalimat yang mengikuti dialog bukan dialog tag, maka akhiri dialog dengan tanda titik seperti contoh (c). Dan jika kalimat tersebut berada di awal sebelum dialog, maka akhiri kalimat itu dengan tanda titik juga, seperti di contoh (d).

Dikutip dari Wikipedia bahwa dialog sendiri adalah literatur dan teatrikal yang terdiri dari percakapan secara lisan atau tertulis di antara dua orang atau lebih. Sejarahnya berasal sebagai narasi, filosofi atau lambang dedikasi yang dapat ditemukan di Literatur Yunani Kuno dan Literatur India, khususnya pada seni kuno yaitu Retorika.

Demikianlah beberapa ulasan tengang dialog tag. Semoga membantu dan salam literasi. Semoga setiap katanya mengandung kebaikan dan bermanfaat. Selalu gunakan aturan sesuai PUEBI agar tulisan kita semakin baik dan tentunya membawa manfaat yang jelas.